PEH BPSILHK PALEMBANG IKUT SUSUN DOKUMEN DED TAMAN KEHATI SUMSEL

BPSILHK Palembang.__Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menganggap penting terwujudnya Kawasan Taman Keanekaragaman Hayati dalam rangka pelestarian keanekaragaman hayati tanaman asli Indonesia pada umumnya dan Sumatera Selatan pada khususnya. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menentukan lokasi Jakabaring Sport City sebagai tapak Kawasan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) melalui Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan No. 418/KPTS/DLHP/2021 tentang Penetapan Tapak Kawasan Taman Keanekaragaman Hayati di Kawasan Jakabaring Sport City Palembang. Sebagai langkah tindak lanjut dari terbitnya surat keputusan tersebut, maka telah dibentuk tim penyusunan Detail Engineering Desain (DED) revegetasi Taman Kehati yang terdiri dari unsur Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan, Universitas Tridinanti, Balai Penerapan Standar Instrumen LHK (BPSILHK) Palembang, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta melibatkan Bambang Nooryanto dari Direktorat Bina Pengelolaan dan Pemulihan Ekosistem KLHK) dan Roemantyo selaku Praktisi Ekologi LIPI.

Dalam rangka mewujudkan segera terbangunnya Taman Kehati, pada tanggal 22 Agustus 2022 bertempat di Ruang Rapat Universitas Tridinanti Palembang, telah dilakukan Pembahasan Awal Penyusunan Dokumen DED revegetasi Taman Keanekaragaman Hayati Provinsi Sumatera Selatan. Pembahasan didahului dengan presentasi berkaitan dengan Disain Vegetasi Taman Kehati oleh Bambang Nooryanto, yang menekankan pentingnya arah pembangunan Kehati sesuai dengan tujuannya sebagai Kawasan Pencadangan Keanekaragaman Hayati Lokal. Taman Kehati di harapkan mampu mendukung pemulihan fungsi ekosistem alami sesuai keterwakilan dari wilayah fungsional ekosistem di sekitar Taman Kehati agar jasa ekosistem (lingkungan) terpulihkan secara alami. Manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya Taman Kehati adalah adanya sumber bibit kehati lokal dan model pemulihan lahan rusak (terdegradasi) sesuai wilayah ekosistem fungsional pada keterwakilan tapak unit ekoregion di Taman Kehati. Pemahaman dan persamaan persepsi atar pihak tentang fungsi dan jasa ekosistem (lingkungan) di wilayah fungsional Ekoregion di sekitar Taman Kehati menjadi hal yang sangat penting agar dapat menentukan langkah strategis pelaksanaan kegiatan pembangunan Taman Kehati.

Roemantyo, selaku Praktisi Ekologi yang sebelumnya aktif dalam kegiatan kajian ekologi di LIPI menegaskan pentingnya kajian terkait apa yang disampaikan presenter pertama. Dalam hal ini, beliau menyarankan pentingnya pembangunan Taman Kehati yang bisa mengembalikan beberapa ikon vegetasi dan satwa Sumatera Selatan berdasarkan karakteristik lahannya, sehingga masyarakat di masa sekarang dan generasi berikutnya dapat mengetahui keberadaan keanekaragaman hayati lokal Sumatera Selatan. Selain itu, Taman Kehati dapat menjalankan fungsi secara ekosistem sebagai lokasi pemulihan dan wadah ekosistem hayati khas Sumatera Selatan berdasarkan tipologi lahannya. Keberadaan pembangunan Taman Kehati Sumatera Selatan di Jakabaring mempunyai nilai penting khusus dan nantinya merupakan pioneer Taman Kehati bertemakan ekosistem rawa-gambut.

Di akhir pertemuan, semua pihak yang terlibat menyadari pentingnya pemahaman persepsi tentang dokumen pembuatan DED yang nantinya menjadi panduan dalam pelaksanaan kegiatan teknis revegetasi Taman Kehati. Sebagai langkah tindak lanjut, diskusi intensif akan dilakukan secara internal terkait koordinasi, konsolidasi, dan teknis pelaksanaan pembuatan DED. BPSILHK Palembang siap untuk melaksanakan sebagai bagian dari tim penyusun sekaligus membuka peluang terbentuknya standar terkait pembangunan Taman Kehati yang dapat dimanfaatkan oleh pihak mana saja (Maliyana Ulfa, Imam Muslimin).

Leave a Reply

Your email address will not be published.