KUNJUNGI PT. TANIA SELATAN, BPSILHK PALEMBANG LAKUKAN PEMANTAUAN DALKARHUTLA

BPSILHK Palembang.__Sebagai salah satu kegiatan pemantauan ditingkat tapak dan pengumpulan bahan standar terkait karhutla yang merupakan prioritas program Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim (KBPI), BPSILHK Palembang melakukan kunjungan ke PT. Tania Selatan.

Dalam kunjungan ini, Kepala BPSILHK Palembang, Bayu Subekti, didampingi oleh Penyuluh Kehutanan Ahli Madya, Sahwalita dan Nanang Herdiana, serta Pengendali Ekosistem Hutan, Teten Rahman S, mengenalkan tugas pokok dan fungsi BPSILHK Palembang sebagai organisasi yang baru dibentuk oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. BPSILHK Palembang sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis dari Badan Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengemban tugas untuk mengawal penerapan standar instrumen lingkungan hidup dan kehutanan di tingkat tapak, khususnya di wilayah kerja nya yakni Provinsi Sumsel, Provinsi Lampung, Provinsi Bengkulu dan Provinsi Bangka-Belitung.

Bayu juga menyampaikan tiga program prioritas bidang kerja BPSILHK Palembang yang dilaksanakan di tahun 2022 ini, yaitu program ketahanan bencana dan perubahan iklim (KBPI), program kualitas lingkungan hidup (KLH) serta program pengelolaan hutan berkelanjutan (PHB).

Di kesempatan ini juga Bayu menyampaikan informasi mengenai Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 yang pada bulan Agustus sd Desember 2020 akan dilaksanakan sosialisasi dan workshop penyusunan Rencana Kerja FOLU NET SINK 2030 tingkat Sub Nasional Sumatera Selatan. Menurut Bayu, untuk menyukseskan kegiatan ini para pihak perlu berbagi peran. BPSILHK Palembang berperan mengawal penerapan FOLU NET SINK 2030 melalui penerapan standar instrumen LHK, sedangkan perusahaan selaku pemegang izin konsesi berperan penting dalam menjaga emisi sesuai dengan target yang telah ditentukan. Maka itu penting untuk melakukan sinergitas antar organisasi.


Tim BPSILHK Palembang disambut oleh jajaran pimpinan PT. Tania Selatan, diantaranya Group Estate Manager, I Gusti Ngurah Mulyawan, Manager Kebun Burnai Timur, Ronald H Tambunan, Manager Kebun Bambu Kuning, Jhon Lee Carlo, Manager Kebun Burnai Barat, Makmur Gea, Koordinator EHS & Sustainability Region Sumsel, Ranto H. Munthe, EHS & Sustainability Region Sumsel, Yan Marza Nur, Document Control Central, Dhora Elfira, EHS, Ujang Alamsyah, HCV Region Sumsel, Daud Iskandar Sidiq dan EHS Kebun Burnai Timur, Bambang.

Dalam sambutannya, Group Estate Manager, I Gusti Ngurah Mulyawan, menyambut baik kunjugan kerja tim BPSILHK Palembang serta akan mendukung program kerja yang dilaksanakan BPSILHK Palembang dengan bersinergi dan membangun kolaborasi kedepannya.

PT. Tania Selatan merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan luas total sekitar 6.447,62 Ha yang berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Selain melakukan penanaman kelapa sawit perusahaan ini juga melakukan pengolahan kelapa sawit/mill yang memiliki kapasitas 60 ton/jam.

Secara umum PT. Tania Selatan telah melakukan pengendalian KARHUTLA dengan pedoman pelaksanaan mengacu pada PERMENTANRI nomor 05/Permentan/ KB.410/1/2018 tentang Pembukaan dan/atau pengolahan lahan perkebunan tanpa bakar dan telah diverifikasi oleh instansi terkait dan beberapa kebijakan yang dibuat oleh perusahaan, seperti kebijakan zero burning, kebijakan lingkungan dan lain-lain.

Adapun beberapa kendala dan masukan dari PT. Tania Selatan, seperti mengenai jumlah menara api dan sumber air embung serta sarpras lain akan dijadikan sebagai masukan dalam penyusunan standar selanjutnya. Selain itu peran masyarakat dalam pengendalian KARHUTLA di daerah buffer zone perlu juga menjadi perhatian bersama. (Sahwalita).

Leave a Reply

Your email address will not be published.