SOSIALISASI DAN INISIASI KOLABORASI BPSI LHK PALEMBANG

Balai Penerapan Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPSILHK) Palembang mempunyai peran penting mengawal penerapan standar dan instrumen sektor ketahanan bencana dan perubahan iklim di tingkat tapak. Dalam upaya pengenalan organisasi ke berbagai instansi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, BPSILHK PALEMBANG menurunkan tim prioritas bidang dari tanggal 19 s.d 22 Mei 2022 untuk melakukan kunjungan ke beberapa lembaga penerap ditingkat tapak. Kegiatan lapangan yang dilakukan pada kesempatan ini adalah melakukan sosialisasi BPSILHK Palembang serta identifikasi penerap instrument sarana dan prasarana pengendalian kebakaran di Kabupaten OKI.

Di hari pertama Selasa (19/4/2022) tim karhutla melakukan kunjungan ke Manggala Agni DAOP XIII/OKI. Chandra Irfansyah menyambut baik dan sangat antusias menerima  kedatangan tim Karhutla terkait tugas BPSILHK Palembang dalam mengawal penerapan standar lingkup LHK ditingkat tapak. Chandra Irfansyah bahkan berharap BPSILHK Palembang dapat memberikan sumbangsih pikiran terkait standar pemadaman kebakaran hutan (karhutla).

Pada hari kedua Rabu (20/4/2022) tim Karhutla mengunjungi KPH Wilayah V Lempuing Mesuji, KPH Wilayah IV Sungai Lumpur – Riding dan BPBD Kabupaten OKI. Pada pertemuan ini Edi Warsah selaku Kepala KPH Wilayah V Lempuing Mesuji dan Sigit selaku Kepala KPH Wilayah IV Sungai Lumpur–Riding menyampaikan problem yang dihadapi dalam penanganan kebakaran hutan dengan wilayah kerja yang begitu luas adalah terbatasnya SDM, anggaran dan peralatan yang di miliki. Mereka sangat berharap dengan terbentuknya BPSI LHK Palembang dapat membantu mereka dalam menghadapi kendala-kendala dalam melakukan penanganan kebakaran hutan.

Di hari yang sama tim karhutla juga berkesempatan menyambangi kantor BPBD Kabupaten OKI dan di sambut oleh Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD kabupaten OKI. Fahrul menyampaikan dalam pertemuan tersebut bahwa BPBD kabupaten OKI tidak memiliki selama ini penanganan kebakaran hutan di kabupaten OKI selalu bekerjasama dengan Manggala Agni Daop XIII/OKI. Fahrul juga menyampaikan kelemahan BPBD adalah minimnya jumlah kendaraan pemadam kebakaran yang dimiliki dan terbatasnya personil (SDM), dari total 40 SDM di BPBD kabupaten OKI hanya 15 orang yang bisa di kerahkan untuk menangani kebakaran hutan.

Dihari ketiga Kamis (21/4/2022) tim karhutla berkesempatan mengunjungi Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI. Pada kesempatan ini tim karhutla di terima oleh Sekretaris Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI bapak Saparudin. Saparudin menjelaskan dalam pertemuan tersebut bahwa Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI telah melaksanakan monitoring/evaluasi sarpras sejauh mana pelaksanaan UU kebakaran terhadap perusahaan perkebunan, sawit, kelapa dan lain-lain. Selain itu, Dinas Perkebunan dan Peternakan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan perkebunan, BPBD dan KTPA membentuk Tim Pemantau Api, tetapi teknis pelaksanaan pemadaman akan dlakukan oleh BPBD atau instansi lainnya.

Dihari berikutnya Jumat (22/4/2022), tim berkesempatan melakukan sosialisasi dengan APHI dan PT. Bumi Andalas Permai secara virtual. Pada kesempatan ini tim karhutlah menyampaikan tusi dari BPSILHK Palembang adalah mengawal penerapan standar. APHI dalam hal ini diwakili Komda APHI Sumsel, Iwan Setiawan, berharap dalam waktu dekat bisa berkolaborasi dengan tim BPSILHK Palembang dalam penanganan karhutla di Provinsi Sumsel.

Di hari yang sama berkesempatan bertemu dengan Kegiatan pengendalian karhutla yang dilakukan oleh Dishut lebih ditekankan pada pencegahan, sementara untuk kegiatan pembinaan diharapkan dilakukan oleh pemangku wilayah yang ada di tingkat tapak, dalam hal ini KPH. (Rista).

Leave a Reply

Your email address will not be published.